


Friday, December 12, 2008
Kembali Bertandang (Mukah 2008)

Tatkala berkunjung di bumimu
Angin bermalas-malas meniup segarnya
Mengkongsikan rasa nyamannya
Hadirku tak disambut dengan senyum tawa
Hutan hijau berhiba
Pepohon kelapa berwajah duka
Si Rumbia bergulana
Bimbang akan hilang dirinya
Di tanah ibunda
Moga nasib mereka tak dipersia
Karya,
MHW
Perkampungan Penulis Sarawak
Mukah
June 2008
Angin bermalas-malas meniup segarnya
Mengkongsikan rasa nyamannya
Hadirku tak disambut dengan senyum tawa
Hutan hijau berhiba
Pepohon kelapa berwajah duka
Si Rumbia bergulana
Bimbang akan hilang dirinya
Di tanah ibunda
Moga nasib mereka tak dipersia
Karya,
MHW
Perkampungan Penulis Sarawak
Mukah
June 2008
Daerah Kelahiran
Pergilah Sepi

Sepi yang selalu bertandang
Ia pembunuh seluruh rasa tenang
Seperti api yang menjilat sebuah kehidupan
Dan Dunia bagai mati.
Tapi aku tidak mampu mengusirnya
Kerana ia pasti datang
Mengetuk pintu hati
Dan masuk ke jiwa dan raga
Setiap Diri manusia
Ia sebenarnya sahabat setia
Dalam kehidupan kita
Karya,
MHW
12.12.2008
Miri
MHW
12.12.2008
Miri
Subscribe to:
Posts (Atom)
Sesuci Cinta
